PB BOLA | Jika ingin berhasil lihatlah orang sukses, begitulah kata pepatah, tapi kebnyakan orang melihat hasil saja tanpa melihat prosesnya, seperti kisah haru dibalik sukses yang dirasakannya N’Golo Kante menjalani masa lalu yang tak mudah.
Hidupnya penuh dengan perjuangan dan air mata, seperti apa pengalaman masa lalu Kante, yang membuatnya memiliki mental tangguh dan tak kenal lelah di lapangan seperti saat ini? Berikut kisahnya:
Kante sudah menjadi yatim di usia 11 tahun, Kante lahir pada 29 Maret 1991 di Paris Prancis, dari orangtua bernama ayah Kante dan ibu Ngolo. Ia tinggal di kawasan Rueil Malmaison. Ayah Kante meninggal saat ia berumur 11 tahun.
Sepeninggal ayahnya, Kante yang merupakan anak pertama di keluarganya mengambil peran sebagai ‘kepala keluarga’ dan mulai bekerja membantu ekonomi keluarga.
Bekerja memulung sampah untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan keluarga, Kante sempat merasakan sebagai pemulung sampah. Ia punguti sampah-sampah yang masih bernilai untuk dijadikan uang guna memenuhi kebutuhan keluarga
Selain itu dari kisah pemulung yang diungkap situs online,ng.opera.news, Kante diketahui juga sempat berjualan es tebu. Semua dilakukannya asalkan keluarganya tercukupi kebutuhan makanan sehari-hari.
Hingga suatu hari Kante ingin mengubah nasib dengan sepak bola
Mendapati bahwa sepak bola bisa mengubah kehidupannya, Kante pun memulai karier sepak bolanya dengan memperkuat klub profesional di Boulogne. Tak mudah dalam kariernya, karena ia sempat diremehkan karena postur kecilnya. Untuk ke latihan pun Kante harus menempuh jarak lumayan jauh hanya dengan mamakai skuter kaki.
Dari anak keluarga miskin dan yatim sejak kanak-kanak, Kante menjelma sebagai pesepak bola top dunia. Kariernya melejit setelah memenangi Piala Dunia 2018 bersama Prancis.
Kariernya di klub mendapatkan perhatian luas setelah suskes mengantarkan Leicester City juara Liga Primer Inggris pada musim 2016. Ia lalu diboyong klub kaya Inggris, Chelsea.
Meski kini menjadi sosok pemain bintang, Kante tetap rendah hati. Selalu mengingat dari mana berasal. Seperti contoh saat ia disebutkan menjalankan ibadah salat tarawih tanpa ada yang tahu.
Dari sisi prestasi, jika nanti Chelsea memenangi Liga Champions, maka dalam lima tahun kariernya Kante memenangi 2 gelar Liga Primer Inggris, Piala FA, Piala Dunia, Liga Europa dan trofi Liga Champions. Semuanya di bawah arahan lima pelatih berbeda.
Kante adalah sosok yang asyik selalu tersenyum disetiap momen, penulis sangat mengidolakan Kante.
Comments
Post a Comment